Pada suatu ketika hiduplah seorang pemuda sebatang kara bersama seekor kucing, mereka tinggal cukup jauh dari keramaian.
Suatu hari pemuda itubertanya pada kucing kesayanganya itu,"kucingku..maafkan aku jika aku hanya memberimu makan dengan nasi, bahkan kau pernah tidak aku beri makan, dan jika kau makan dengan ikan sangatlah jarang kau dapati, itupun jika aku dapat rezeki yang berlebih". Mendengar ucapan majikanya sikucing sangatlah hiba hatinya karna dia tidak pernah menuntut apapun dari majikanya itu, dia merasa telah menjadi beban di kehidupan pemuda yang malang itu.
Malam harinya kucing itu diam-diam pergi meninggalkan pondok dengan niat pulang membawa sesuatu yang berguna bagi majikanya, didalam perjalanan dia dihadang oleh hujan yang cukup deras, shukurlah di tepian jalanitu ada pepohonan yang rindang, disanalah ia mengulungkan badanya menunggu hujan reda. Namun hujan tampak makin deras hingga datang sebuah mobil yang didalamnya ada seorang wanita cantaik, dia melihat seekor kucing dengan buluyang lebat dan mengkilat kedingginan dibawah batang pohon tersebut, kasna kasihan dan ingin memelihara kucing yang cantik itu dia meminta sopirnya untuk mengambilkanya lalu membawanya pulang.
Sesampainya dirumah, wanita itu memberikan seekor ikan dan semangkuk susu pada kucing tersebut, karna haus dan kelaparan iapun langsung melahapnya sampai kekenyangan sampai tertidur diatas tumpukan kain yan sangat nyaman. Pagipun menjelang dan kucing itupun mendapatkan makanan yang sama seperti tadi malam, sikucing itupun berfikir "betapa menyenangkanya makanan ini jika aku dapat memakanan seperti ini setiap hari", selesai makan iapun berjalan mengitari seluruh sudut rumah sampai ia menemukan sebuah kamar yang di atas mejanya terletak sebuah cincin permata, kucingpun tertarik dengan kilauan permata itu lalu ia mendekatinya dengan niat hendak bermain dengan benda aneh yang menyilaukan matanya, tak lama waktu berselang saat kucing itu sedang asik bermain datanglah ibu dari wanita cantik yang membawanya kerumah itu, melihat cincin kesayanganya diprmainkan oleh kucing si ibu menjadi sangat marah lalu memukul kucing itu dengan sapu yang terletak didekat pintu kamarnya. Kucing yang terkena pukulan keras itu berteriak sekuat yang ia bisa sampai terdengar oleh seluruh pelosok rumah, sepintas terlintas dibenaknya sosok pemuda yag selalu merawat dan menjaganya dengan baik, iapun lari sekencang dan sekuat yang ia bisa agar tidak terkena pukulan lagi sampai akirnya ia tiba dibawah pohon tempat ia berteduh tadi malam, disana ia kembali beristirahat untuk mengembalikan nafasnya yang sudah terengah-engah.
Setelah sadar kalau kucing yang mulai disukainya kena pukul oleh ibunya lalu pergi, wanita cantik itupun langsung mencari kucing itu, teringat kalau dia menemukanya dibawah batang pohon tadi malam gadis itupun mencarinya kesana sampai ia melihat kucing itu tidak jauh dari tempat ia menemukanya, kucing yang melihat wanita yang telah membawanya hingga ia kena pukulan yang sangat keras, kucing itupun mempercepat langkahnya namun gadis itu terus mengikutinya.
Sampai akirnya kucing itu melihat sosok pemuda yang sangat ia kenal sedang berdiri didepan pintu pondok tempat ia tinggal, mengingat pemuda itu sanagt menyayanginya kucing itupun sempat meneteskan air mata dan bergegas menghampirinya, disana ia dinanti oleh pelukan yang hangat pemuda itu.
Gadis tadi yang terus mengikutinyapun datang menghampirinya. Pemuda itupun bertanya
" kenapa engkau mengejar kucingku?".
Gadis itupun menceritakan semuanya dan berminta maaf ata sapa yang dilakukan ibunya yang kemudian iapun bertanya.
"Bagaimanakah kamu memeliharanya sehingga dia ingat dan kembali kepadamu?" Pemuda itu hanya menjawab.
" aku memeliharanya dengan kasih sayang "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar